THE EPICENTER CODE | Sandi Episentrum Kenabian

THE EPICENTER
CODE

Sandi Episentrum Kenabian
“Seorang profesor mati di gunung suci.
Sebuah naskah kuno di tangannya.
Satu kalimat terjemahan yang mengubah segalanya.”

Sebuah Konspirasi yang Terkubur Berabad-abad

Lereng timur Jabal Rahmah, Arafah. Dr. Aaron Cohen, filolog terkemuka, ditemukan tewas. Bukan karena sakit. Tangannya masih memegang naskah kuno terjemahan Saadia Gaon abad ke-9. Di dalam naskah itu tertulis sesuatu yang seharusnya tidak mungkin: terjemahan baru atas nama-nama kuno yang selama ini diartikan berbeda.

Profesor Bartholomew “Bart” Grumble tidak pernah menginginkan petualangan. Dia hanya ingin menyelesaikan konferensinya dan pulang. Namun ketika dia terseret ke dalam penyelidikan kematian Cohen, dia menemukan labirin sandi yang menghubungkan para sejarawan kuno dari Herodotus hingga Pliny.

“Semua petunjuk mengerucut ke satu wilayah. Semua mengarah ke satu kesimpulan yang selama ini tersembunyi. Tapi semakin dekat Grumble dengan kebenaran, semakin berbahaya ancaman.”

The Octagon Guardians mengintai di setiap bayangan. Mereka membunuh untuk menjaga rahasia. Mereka mengancam untuk menghentikan kebenaran. Namun Grumble punya satu senjata yang tidak mereka duga: humor sarkastik dan keengganan untuk mati di tempat yang tidak menyediakan kopi enak.

Thriller Misteri | Konspirasi Sejarah | Humor Cerdas

THE EPICENTER CODE memadukan misteri arkeologi ala Dan Brown dengan humor sarkastik seorang profesor yang hanya ingin pulang. Berlatarkan Arab Saudi – dari lorong bawah tanah Masjidil Haram hingga gurun Jeddah – novel ini mengajak pembaca menelusuri jejak naskah kuno, terjemahan yang dipersengketakan, dan jejak yang menghubungkan Nuh, Ibrahim, hingga Muhammad.

🏜️

Episentrum Kenabian

Paran, Mesha, Shur & Zamzam — sandi yang mengungkap lokasi pusat spiritual sejak zaman Nuh.

πŸ—️

Labirin Sandi

Saadia Gaon, Eben Ezra, Sarah Hudson… para cendekiawan kuno yang petunjuknya merangkai kepingan kebenaran.

⚙️

The Octagon Guardians

Organisasi bayangan yang telah membungkam para pencari fakta selama ribuan tahun.

Tanpa romance. Tanpa kekerasan grafis. Fokus pada teka-teki, konspirasi, dan karakter yang mengeluh tapi tetap melangkah maju. Untuk pembaca yang merindukan thriller intelektual dengan latar Timur Tengah yang otentik.

Komentar

Postingan populer dari blog ini